Ormas BERSAMA dan BNN RI Luncurkan Kampanye ‘War on Drugs for Humanity’ Setelah Lima Dekade

Jakarta – Dalam upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam memerangi penyalahgunaan narkoba, organisasi kemasyarakatan anti-narkoba Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) melakukan audiensi resmi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Pertemuan ini berlangsung di Gedung A BNN RI pada Selasa, 19 Mei 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba) sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Delegasi BERSAMA dan Penerimaan oleh BNN RI
Delegasi BERSAMA yang dipimpin oleh Ketua Umum Herwin Suparjo dan Sekretaris Jenderal Titik Haryati, didampingi oleh beberapa anggota penting seperti Dr. Victor Pudjiadi dari Bidang Pencegahan, Retno Untari dari Bidang Kerja Sama, dan Dadang Rachmat dari Bidang Hukum, diterima oleh Edi Swasono, Plt. Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, beserta stafnya.
Tantangan dalam Peredaran Narkoba
Dalam audiensi tersebut, Titik Haryati menyoroti tantangan yang dihadapi di daerah-daerah yang rawan terhadap peredaran narkoba. Ia menekankan pentingnya gerakan “War on Drugs for Humanity” sebagai bentuk perlawanan dari masyarakat sipil. Titik juga mengkritik pendekatan hukum yang saat ini diterapkan terhadap pengguna narkotika, yang dianggapnya belum memadai.
Pentingnya Rehabilitasi dan Kebijakan yang Tepat
“Menghukum dan memenjarakan penyalahguna narkotika dengan tujuan memberikan efek jera, bahkan sampai mengirim mereka ke Nusa Kambangan, justru berpotensi menciptakan masalah baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 20 Mei 2026. Ia menggarisbawahi bahwa rehabilitasi medis seharusnya menjadi prioritas untuk memulihkan fungsi otak yang terpengaruh, bukan penjara. Penanganan ini perlu didukung dengan penegakan UU Narkotika Pasal 127 serta pengoptimalan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 4 Tahun 2010, SEMA Nomor 3 Tahun 2015, dan SEMA Nomor 1 Tahun 2017 sebagai pedoman utama rehabilitasi.
Respon BNN Terhadap Komitmen BERSAMA
Edi Swasono, Plt. Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, memberikan tanggapan positif terkait komitmen Ormas BERSAMA yang telah aktif dalam gerakan anti-narkoba selama hampir lima dekade. Organisasi ini didirikan oleh Ibu Tien Soeharto pada tahun 1978, dan sejak saat itu telah berkontribusi signifikan dalam upaya penanggulangan narkoba di Indonesia.
Pentingnya Kerja Sama Masyarakat dan Pemerintah
“Pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendirian. Kami sangat membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi dengan komitmen yang panjang seperti BERSAMA. Peran masyarakat sangat penting dalam mendukung strategi nasional, terutama dalam edukasi, deteksi dini, serta penguatan ketahanan keluarga dan lingkungan sosial,” jelas Edi Swasono.
Nota Kesepahaman sebagai Tindak Lanjut
Sebagai langkah konkret setelah audiensi ini, BNN RI dan Ormas BERSAMA, yang saat ini berkantor di Radio Fakta Jakarta Selatan, tengah merancang draf Nota Kesepahaman (MoU). Kerja sama formal ini diharapkan menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil adalah kunci utama untuk membangun masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas dari pengaruh narkoba.
Sinergi dengan Program Prioritas Pemerintah
Inisiatif ini sejalan dengan program prioritas Presiden RI Jenderal Prabowo Subianto yang tercantum dalam Asta Cita ketujuh, yang menekankan pada penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta upaya pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan penyelundupan. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah optimalisasi gerakan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika) yang akan dituangkan secara formal dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Kepala BNN RI dan Ketua Umum DPP BERSAMA.
Membangun Kesadaran Masyarakat Melalui Edukasi
Kampanye “War on Drugs for Humanity” bukan hanya sekadar slogan, tetapi merupakan panggilan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak serius dari penyalahgunaan narkoba. Edukasi yang efektif merupakan salah satu kunci dalam memerangi masalah ini.
- Pelatihan dan workshop untuk masyarakat tentang bahaya narkoba
- Pemberian informasi yang tepat dan akurat mengenai rehabilitasi
- Pengembangan program edukasi di sekolah-sekolah
- Kampanye media untuk menyebarluaskan informasi
- Kolaborasi dengan lembaga pendidikan untuk program pencegahan
Peran Keluarga dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
Keluarga menjadi garda terdepan dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba. Dengan menciptakan lingkungan yang suportif, keluarga dapat membantu individu menghindari godaan untuk terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Pendidikan dini tentang bahaya narkoba dan komunikasi terbuka di dalam keluarga sangat penting.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi yang esensial dalam kampanye ini. Melibatkan masyarakat dalam program-program pencegahan dan rehabilitasi dapat menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
- Melibatkan masyarakat dalam kegiatan positif dan produktif
- Mendorong partisipasi aktif dalam program rehabilitasi
- Memberikan dukungan kepada individu yang sedang dalam proses pemulihan
- Membangun jaringan dukungan masyarakat
- Menjalin kerja sama dengan berbagai sektor untuk optimalisasi program
Peran Teknologi dalam Kampanye Anti-Narkoba
Di era digital saat ini, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kampanye “War on Drugs for Humanity.” Penggunaan media sosial, aplikasi mobile, dan platform online lainnya dapat meningkatkan jangkauan edukasi dan informasi tentang narkoba kepada masyarakat luas.
Evaluasi dan Monitoring Program
Evaluasi dan monitoring program adalah langkah penting untuk memastikan efektivitas kampanye ini. Melalui pengumpulan data dan feedback dari masyarakat, BNN RI dan Ormas BERSAMA dapat melakukan penyesuaian strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Membangun Kepercayaan Antar Pemangku Kepentingan
Keberhasilan kampanye “War on Drugs for Humanity” juga bergantung pada kepercayaan yang terbangun antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi non-pemerintah. Transparansi dalam proses dan hasil program akan menjadi faktor penentu dalam membangun kepercayaan tersebut.
Mewujudkan Indonesia yang Bebas Narkoba
Melalui kolaborasi yang erat antara BNN RI dan Ormas BERSAMA, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, Indonesia diharapkan dapat mencapai visi bebas narkoba. Usaha bersama ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi individu yang terpengaruh tetapi juga untuk masyarakat secara keseluruhan.
Dengan komitmen dan kerja keras, kampanye “War on Drugs for Humanity” berpotensi menjadi langkah signifikan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dalam menghadapi tantangan narkoba, kehadiran organisasi masyarakat sipil yang aktif dan proaktif adalah sebuah keharusan.


